Tuesday, July 26, 2005

menu utama restoran
Seperti sebuah papan dengan bujur sangkar hitam dan putih berselang letak, putih dikelilingi hitam dan hitam diputari putih
“Jalani saja karena sang ujung akan menampilkan wajahnya…”
tapi aku ingin ada kelabu, saat hitam bisa kuubah menjadi tidak hitam, dan putih kusihir bukan putih.
“Memangnya siapa kau? Pencipta dunia?”
“Aku penghuni! Tapi tidak ada hukuman pancung kan bagi penolak fakta???”
“Memang tidak ada, tapi tangga ke langit ke delapan tidak pernah terbaca di menu sajian. Hanya ada steak langit pertama, sampai french fries langit ketujuh. Jangan mimpi!”
“Fine! Kalau begitu aku mau orange jus kelima ku diganti menjadi udang rebus ketiga! Tapi karena aku tidak mau mati karena alergi seafood, sediakan juga tablet penolaknya!”
“Kau bukan Pemilik! Lebih baik hengkang, dan bawa semua milikmu sebelum security menyeretmu dengan gigi-gigi tajam herdernya!”
Aku tidak pernah salah karena menyayangimu sejak dulu namun terlalu sombong untuk mengakuinya, sampai sekarang! Aku tidak pernah salah karena sekarang sudah ada sebongkah daging leleh yang melumuri aku dengan minyak miliknya dan janjiku. Sekarang terlalu banyak daun kering yang siap menguliti aku bila kumohon angin malam bertiup hanya untuk kasih lalu dan kini milikku. Yang salah adalah mengapa aku harus menjadi diriku! Lemparkan untukku sebuah dadu dan mungkinkah sisi tanpa angka yang tersenyum???
Jak 26 april 05, 23.00

0 Comments:

Post a Comment

<< Home