Friday, November 11, 2005

Detik

Detik-detik waktu merayap, berlari bersama langkah dahaga setiap jantung
dan aku memaksa tubuh ku menjajari waktu
meninggalkan semua kenangan tentang dirinya, mereka …
bergabung dalam gerombolan manusia-manusia kelaparan

kini ku hambakan nasib dan diri ku pada meja kehidupan
walau mereka terus menghembuskan udara kepahitan ku coba ‘tuk menahan
bersama dua tunggak yang kini tinggal sel-sel daging berdarah tanpa tulang

ku sunggingkan senyum di ujung bibir,
sambil terucap kata permohonan,
“Biarkan mereka bahagia dalam gelimang kemenangan atas kesengsaraan ku,
dan maka biarkan pula hati dan diri ku dingin beku membatu,
agar tiada lagi sembilu dan air mata”

Jakarta minggu 27 oktober 2002 jam 4.42 sore

0 Comments:

Post a Comment

<< Home